Tags

, ,

Hello everyone!!

Pada beberapa hari yang lalu di kelas konvergensi media, saya mendapatkan pengetahuan baru mengenai Transmedia Storytelling.. Bila kita bertanya pada Google, terdapat banyak penjelasan mengenai Transmedia Storytelling tersebut, salah satunya menyebutkan bahwa Transmedia Storytelling adalah one story through different media platform. Ada juga penjelasan lain mengenai Transmedia Storytelling:

In order to achieve the engagement, a transmedia production will develop stories across multiple forms of media in order to deliver unique pieces of content in each channel.

Multiple Stories through Multiple Platforms.

Satu konten akan dinikmati oleh banyak khalayak dan konten tersebut akan diceritakan dengan cara yang unik dan bermacam-macam oleh khalayak dengan menggunakan berbagai platform. Tidak heran terkadang satu cerita dari satu platform dengan platform lainnya berbeda walaupun sama-sama berasal dari konten yang sama. Contohnya seperti sebuah film yang ceritanya diangkat dari sebuah buku, terkadang penonton dikecewakan dengan cerita yang tidak sesuai dengan di buku, atau ada adegan yang ada di buku namun tidak diangkat dalam film, begitu pula sebaliknya.
Terkait dengan penjelasan di atas, istilah glokalisasi juga dapat dikaitkan dengan transmedia storytelling. Ketika konten luar menjadi konten lokal biasanya terdapat unpredictable meaning dari industri. Coba lihat video berikut:

nah video di atas merupakan cuplikan film hollywood yang berjudul 300. Film tersebut diceritakan kembali dengan cara yang unik dan disesuaikan dengan kelokalan. Bukan dalam bentuk film lagi, melainkan video yang diunggah ke Youtube. Salah satu video fenomenal yang dibuat oleh Indonesian yang menceritakan kembali film 300 dan mengunggahknya ke Youtube, check this out:

Sebelumnya mungkin tidak ada yang mengira bahwa akan ada yang membuat video seperti ini, konten global masuk menjadi konten lokal ditambah dengan kreativitas khalayak yang semakin meningkat dengan adanya kemajuan teknologi ini.

Advertisements