Tags

, , ,

Hello Everyone! This is my 3rd post in this month..

Beberapa hari yang lalu terjadi diskusi yang menarik di kelas Konvergensi Media mengenai Copyright. Di jaman teknologi yang kini semakin canggih, copyright atas suatu kekayaan properti juga mengalami pergeseran. Industri media seolah-olah tidak berdaya dengan tingkah laku audience yang terus mereproduksi properti milik mereka. Namun, proses reproduksi properti tersebut bisa jadi tidak merugikan pihak industri, mengapa? Karena adanya pergeseran copyright tersebut memungkinkan adanya hubungan timbal balik antara industri dan audience. Industri bisa mendapatkan keuntungan dari audience, vice versa.
Dalam konvergensi media, terdapat tiga pilar yang saling berhubungan satu sama lain yaitu: teknologi-industri-audience. Hal ini membuat industri media memberikan celah kepada audience di mana audience bisa mengekspresikan dirinya bukan hanya sebagai pengguna atau passive audience tetapi juga sebagai kontributor atau content creator yang memicu kreativitas dari audience tersebut. Hal ini bisa dikaitkan dengan fandom. Fans kini giat melakukan reproduksi karya dari idolanya seperti remix, tidak hanya fans, tetapi semua pengguna yang memang memiliki ketertarikan dengan suatu karya juga bisa melakukan reproduksi seperti remix. Disamping untuk mendorong kreativitas user, hal ini juga bisa sebagai sarana menjaga ingatan kita terhadap suatu karya. Berapa kalipun karya diremix, audience akan mengingat bentuk asli atau awal dari karya tersebut.

There are quotes quoted from interesting article.

“..need to let fans participate or the value of their content may be compromised. Moving more and more towards participatory culture. Losing copyright control will attract the most dedicated, and active consumers..”

“…Relationship with fans: Allowing them to participate is vital for the survival of a franchise. Need to make sure content reflects fans interests, create a space where they can contribute, and then taking the best work that emerges from that to better the franchise…”

Advertisements